Tema 7 Subtema 1 Pertemuan 3

 

TEMA 7 PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN

SUBTEMA 1 PERISTIWA KEBANGSAAN SEPUTAR MASA PENJAJAH

PERTEMUAN 3

MUATAN IPS DAN SBdP

KEGIATAN AWAL

Assalamu’alaikum wr.wb

Selamat pagi anak-anak, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat, kuat dan semangat. Pada pembelajaran hari ini kita akan belajar sejarah pada masa kedatangan bangsa barat dan bentuk perlawanan bangsa Indonesia terhadap pemerintah Belanda.

Sebelum memulai kegiatan, jangan lupa sarapan dahulu ya, agar lebih berkonsentrasi saat belajar. Dan mari kita berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Bagi yang beragama Islam silakan baca doa di bawah ini!


Sebagai warga Negara Indonesia yang baik, kita harus tahu sejarah Negara Indonesia dari saat masa penjajahan hingga Negara merdeka. Untuk meningkatkan jiwa nasionalisme kita, marilah kita menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki.

https://www.youtube.com/watch?v=eQvXJzuDn2s

KEGIATAN INTI

Tujuan Pembelajaran

Setelah memanfaatkan media pembelajaran daring ini, diharapkan:

1.    Siswa dapat mengidentifikasi latar belakang kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia secara benar.

2.   Siswa dapat menjelaskan berbagai perlawanan tehadap pemerintahan koloial Belanda di berbagai daerah secara benar.

3.  Siswa dapat memahami kondisi kehidupan masyarakat Indonesia pada masa awal pergerakan nasional di berbagai bidang secara tepat.

4.     Siswa mampu menjelaskan tangga nada secara benar.

5.   Siswa dapat menyanyikan lagu dengan memperhatikan ketepatan nada dan tempo secara benar.


Materi Pembelajaran




Tahukah kamu? Rempah-rempah yang ada di Indonesia begitu melimpah. Melimpahnya rempah-rempah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Namun, rempah-rempah yang ada di Indonesia juga membuat bangsa-bangsa di Eropa berusaha menguasai perdagangannya.

Pada masa pemerintahan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia datanglah orang-orang Eropa yang mengadakan pelayaran Samudra. Kedatangan orang-orang Eropa di Nusantara mula-mula disambut baik oleh bangsa Indonesia. Namun, ketika orang-orang Eropa itu berusaha menguasai Nusantara, mereka mendapat reaksi keras berupa perlawanan-perlawanan di berbagai daerah. Apa penyebabnya? Yuk kita simak penjelasan berikut.

PERISTIWA KEDATANGAN BANGSA BARAT

        Mulai akhir abad XV, bangsa Eropa berusaha melakukan penjelajahan samudra. Bangsa Eropa yang pernah melakukan penjelajahan dan penjajahan di Indonesia dimulai oleh bangsa Portugis. Kapal mereka pertama kali mendarat di Malaka pada tahun 1511. Berikutnya ialah bangsa Spanyol yang mendarat di Tidore, Maluku pada tahun 1521. Kemudian, disusul oleh bangsa Inggris dan Belanda. Kapal-kapal Belanda pertama kali mendarat di Pelabuhan Banten pada tahun 1596.


 PERISTIWA PERLAWANAN TERHADAP PORTUGIS

Setelah Malaka dapat dikuasai oleh Portugis pada tahun 1511, terjadilah persaingan dagang antara pedagang-pedagang Portugis dan pedagang di Nusantara. Portugis ingin selalu menguasai perdagangan. Maka, terjadilah perlawanan-perlawanan terhadap Portugis. Perlawanan tersebut antara lain sebagai berikut.

a.    Sultan Ali Mughayat Syah (1514–1528) berhasil membebaskan Aceh dari upaya penguasaan bangsa Portugis.

b.      Sultan Alaudin Riayat Syah (1537–1568) berani menentang dan mengusir Portugis yang bersekutu dengan Johor.

c.  Sultan Iskandar Muda (1607–1636). Raja Kerajaan Aceh yang terkenal sangat gigih melawan Portugis adalah Iskandar Muda. Pada tahun 1615 dan 1629, Iskandar Muda melakukan serangan terhadap Portugis di Malaka.

Pada awalnya, Portugis diterima dengan baik oleh raja setempat dan diizinkan mendirikan benteng. Namun, lama-kelamaan, rakyat Ternate mengadakan perlawanan karena Portugis serakah, ikut campur dalam pemerintahan, membenci agama rakyat Ternate, dan bersikap sewenangwenang. Rakyat Ternate dipimpin oleh Sultan Hairun bersatu dengan Tidore melawan Portugis sehingga Portugis terdesak. Pada waktu terdesak, Portugis mendatangkan bantuan dari Malaka dipimpin oleh Antoni Galvo sehingga Portugis mampu bertahan di Maluku. Pada tahun 1565, rakyat Ternate bangkit kembali di bawah pimpinan Sultan Hairun. Portugis berusaha menangkap Sultan Hairun, tetapi rakyat bangkit untuk melawan Portugis dan berhasil membebaskan Sultan Hairun dan tawanan lainnya. Akan tetapi, Portugis melakukan tindakan licik dengan mengajak Sultan Hairun berunding. Dalam perundingan, Sultan Hairun ditangkap dan dibunuh. Perlawanan rakyat Ternate dilanjutkan di bawah pimpinan Sultan Baabullah (putra Sultan Hairun). Pada tahun 1574, benteng Portugis dapat direbut, kemudian Portugis menyingkir ke Hitu dan akhirnya menguasai dan menetap di Timor-Timur sampai tahun 1975. 

PERISTIWA PERLAWANAN TERHADAP BELANDA

Berikut beberapa tokoh dari beberapa daerah yang memimpin perlawanan terhadap Belanda.

Bangsa Indonesia mengalami penderitaan akibat penjajahan mulai awal abad ke-17 sampai abad ke-20. Pada masa penjajahan, bangsa Indonesia telah berusaha sekuat tenaga untuk mengusir penjajah dan bercita-cita menjadi bangsa yang merdeka, bebas dari penjajahan. Berbagai bentuk perlawanan terhadap penjajah yang dilakukan oleh para raja, bangsawan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dilakukan dengan cara mengangkat senjata. Namun, pada umumnya, bentuk perlawanan semacam itu mengalami kegagalan.

Adapun faktor penyebab gagalnya perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah adalah sebagai berikut.

a.       Perjuangan bersifat kedaerahan.

b.      Perlawanan tidak dilakukan secara serentak.

c.       Masih bergantung pada pimpinan (jika pemimpin tertangkap, perlawanan terhenti).

d.    Kalah dalam persenjataan. 

e.    Belanda menerapkan politik adu domba (devide et impera).


Di awal pembelajaran, kalian sudah menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa. Lagu “Rayuan Pulau Kelapa” merupakan salah satu lagu wajib. Apakah lagu wajib itu?

Lagu wajib adalah lagu yang wajib dipelajari oleh siswa dalam rangka menanamkan rasa cinta tanah air, menghargai jasa pahlawan, dan membakar semangat perjuangan agar selalu menyala. Ciri-ciri lagu wajib antara lain sebagai berikut.

1.      Lirik lagu wajib bertujuan untuk menanamkan sikap cinta tanah air, kepahlawanan, nasionalisme,   serta rela berkorban demi bangsa dan negara.

2.      Biasanya, lagu wajib menggunakan irama yang penuh semangat dan atau berupa himne.

3.  Lagu-lagu wajib diajarkan, dipelajari, dan dihayati sesuai dengan maksud dan tujuan yang terkandung di dalamnya.

PENUTUP

Cukup sekian untuk pembelajaran hari ini, semoga kita bisa menghargai jasa para pahlawan kita yang rela berjuang hingga Indonesia merdeka. Pada masa sekarang, kita harus bersyukur karena kita hidup di zaman yang sudah merdeka, dan tidak mengalami masa penjajahan. Tugas kita sebagai siswa harus tetap belajar dengan giat agar kita tidak mudah dibodohi oleh Negara lain.

Sebelum berdoa, mari kita nyanyikan lagu Lir ilir dari Jawa Tengah.

https://www.youtube.com/watch?v=6afnCjIluco

Dan sebelum pulang, jangan lupa membaca doa setelah belajar ya.

Semoga ilmu hari ini dapat bermanfaat untuk kalian semua. Wassalamu’alaikum wr.wb.

 

Materi pembelajaran dapat diunduh DI SINI
Soal Evaluasi dapat diunduh DI SINI atau DI SINI atau DI SINI

Print Friendly and PDF

0 Response to "Tema 7 Subtema 1 Pertemuan 3"

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan dan sesuai materi di blog ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel