Tema 5 Subtema 3 Pertemuan 2

 

KEGIATAN AWAL

Assalamu’alaikum wr.wb

Selamat pagi semua, apa kabar? Tidak terasa pertemuan pada semester 1 ini sudah hampir selesai ya. Tetap semangat dan jangan lupa jaga kesehatan, semoga kita terhindar dari dari segala penyakit.

1.    Sebelum memulai kegiatan, mari kita berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-     masing. Bagi yang beragama Islam silakan baca doa di bawah ini!

2.     Sebagai Negara yang kaya dan makmur, tentunya kita juga harus menjaga keseimbangan alam agar negeri tetap terjaga. Mari kita nyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa Ciptaan Ismail Marzuki.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=tBQ6gPBgDc8

KEGIATAN INTI

Tujuan Pembelajaran

Setelah memanfaatkan media pembelajaran daring ini, diharapkan:

1.      Siswa mampu memahami dan menjelaskan hubungan antar makhluk hidup, mejelaskan perbedaan antara simbiosis parasitisme, komensalisme, dan mutualisme dan menyimpulkan mengenai hubungan khas makhluk hidup secara benar.

2.      Siswa mampu membuat sebuah poster jarring-jaring makanan dari sebuah ekosistem dan membuat tulisan mengenai hubungan yang terjadi di dalam rantai makanan secara runtun.

3.      Siswa mampu menunjukkan akibat perubahan lingkungan terhadap keberlangsungan jarring-jaring makanan ke dalam bentuk sebuah diagram secara runtun.

Materi Pembelajaran

Semua makhluk hidup memerlukan makhluk hidup lain untuk mempertahankan hidup. Makanan dan sumber energi lain menjadi salah satu faktor penting terjadinya saling ketergantungan antar makhluk hidup. Bentuk ketergantungan antarmakhluk hidup diperlihatkan dalam sebuah rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Bagaimana peran rantai makanan dan jaring-jaring makanan bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di dalamnya dan di dalam ekosistem? Yuk, kita simak penjelasan berikut ini.

RANTAI MAKANAN DAN JARING-JARING MAKANAN

Kebergantungan antarmakhluk hidup dan lingkungannya menjadi bagian dari kehidupan di dalam sebuah ekosistem. Tumbuhan mendapatkan energi dari matahari. Hewan mendapatkan energi dari tumbuhan atau hewan lain yang memakan tumbuhan. Tumbuhan berhijau daun mampu membuat makanan sendiri. Makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri disebut produsen. Banyak jenis makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri. Mereka mendapatkan energi dari makanan yang mereka makan. Makhluk hidup yang memakan makanan tanpa bisa membuat sendiri disebut konsumen. Beberapa jenis konsumen memakan tumbuhan. Konsumen ini dinamakan herbivor. Konsumen yang memakan hewan sebagai sumber energinya dinamakan karnivor. Ada juga konsumen yang memakan baik tumbuhan maupun hewan, yang dinamakan omnivor.

Rantai makanan

Energi mengalir dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lain di dalam rantai makanan. Rantai makanan adalah hubungan yang khas antara sekelompok produsen dan konsumen. Konsumen memakan produsen. Produsen melepas energi kepada konsumen. Konsumen itu lalu menjadi mangsa konsumen yang lain. Mangsa adalah semua hewan yang diburu untuk dimakan oleh hewan lain. Dengan demikian, mangsa akan melepas energinya kepada pemangsa. Pemangsa atau predator adalah konsumen yang berburu makanan. Jadi, energi dialirkan dari produsen kepada konsumen di dalam rantai makanan.

jaring-jaring makanan

Di dalam sebuah ekosistem, terdapat hubungan antara beberapa rantai makanan yang terjadi. Satu jenis hewan dapat terlibat dalam beberapa rantai makanan, demikian juga dengan produsen. Kumpulan dari berberapa rantai makanan di dalam sebuah ekosistem disebut dengan jaring-jaring makanan. Di dalam jaring-jaring makanan, jumlah hewan yang terlibat makin banyak dan energi yang mengalir juga makin kompleks. Setiap komponen yang ada dalam jaring-jaring makanan saling memengaruhi satu dengan yang lain.

PERUBAHAN DALAM JARING-JARING MAKANAN

Perbuatan manusia yang mengarah bencana alam dan
pencemaran lingkungan menyebabkan terganggunya jaring-jaring makanan

Rantai makanan sebagai bagian jaring-jaring makanan pada sebuah ekosistem tidak akan terputus selama semua bagian dari rantai tersebut tetap berperan. Rantai makanan di sawah akan terus terbentuk selama makhluk hidup penyusunnya ada. Jika salah satu dari penyusun rantai makanan tersebut tidak ada, karena berbagai faktor, penyusun rantai makanan lain akan terganggu. Jika tidak ada padi, tikus sawah akan kelaparan, ular sawah pun demikian, sehingga burung elang pun kesulitan mendapatkan makanan. Rantai makanan itu akan terganggu dan merugikan apabila ular sawah yang seharusnya memangsa tikus sawah ternyata memangsa hewan lain, misal anak ayam yang dipelihara manusia.

Jika salah satu rantai makanan terganggu, jaring-jaring makanan pun akan terganggu. Perubahan-perubahan yang bersifat alami tidak akan memberikan gangguan yang berarti. Hal itu disebabkan perubahan-perubahan tersebut berlangsung lambat. Perubahan yang tiba-tiba, bahkan yang memberikan dampak kerusakan cukup besar, akan mengganggu jaring-jaring makanan. Bencana alam, pencemaran lingkungan, kebakaran, atau bahkan pemanasan global, biasanya akan mengakibatkan terganggunya jaring-jaring makanan. 

PENGARUH KEGIATAN MANUSIA TERHADAP KESEIMBANGAN EKOSISTEM

Keseimbangan lingkungan dapat terwujud apabila terjadi keselarasan dan keseimbangan antara komponen biotik dan abiotik. Apabila terjadi gangguan pada kedua komponen tersebut, keseimbangan lingkungan akan terganggu. Sejauh ini, diketahui terdapat dua jenis faktor yang menyebabkan perubahan keseimbangan di dalam ekosistem, yaitu faktor alami dan faktor manusia.

Faktor alami yang menyebabkan perubahan keseimbangan lingkungan adalah peristiwa alam., seperti letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, badai, dan tsunami. Hal itu dapat mengakibatkan terputusnya rantai makanan.


Faktor lain penyebab perubahan keseimbangan ekosistem adalah faktor manusia yang melakukan berbagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Terdapat beberapa kegiatan manusia yang secara langsung memengaruhi keseimbangan ekosistem antara lain kegiatan penebangan pohon-pohon di hutan dan pembakaran hutan, perburuan hewan hutan yang tidak terkendali, termasuk memperjualbelikan hewan langka dan dilindungi. Kegiatan lain berupa pemakaian pupuk buatan yang berlebihan, kegiatan pembuangan sampah dan limbah secara sembarangan, serta beberapa kegiatan lainnya yang mencemari lingkungan. Berbagai jenis kegiatan manusia dapat menimbulkan pencemaran air, tanah, udara, bahkan bunyi. Semuanya menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem.


PENUTUP

Cukup sekian untuk pembelajaran hari ini, semoga kita bisa bersama-sama menjaga lingkungan kita, sehingga ekosistem akan berjalan seimbang tanpa ada gangguan. Yuk, kita nyanyikan lagu manuk dadali dari daerah Jawa Barat.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=LcghTxm-Qno

Dan sebelum pulang, jangan lupa membaca doa setelah belajar ya.

Print Friendly and PDF

0 Response to "Tema 5 Subtema 3 Pertemuan 2"

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan dan sesuai materi di blog ini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel